Artikel Hukum+

Alamat

  • Jln. Pelangi, No 88, Kampung Keuramat, Kecamatan Kuta Alam, Kota Banda Aceh, Aceh 24415

YARA Tangani Kasus Dua Anggota FPI

YARA Tangani Kasus Dua Anggota FPI
Sejumlah poster aksi demo di DPRK Aceh Barat hingga Sabtu (14/10) masih menempel di pagar gedung dewan setempat. Demo dilancarkan setelah shalat Jumat meminta dua anggota FPI ditahan dilepas dan meminta ditingkatkan penegakan syariat Islam di Meulaboh

MEULABOH – Yayasan Advokasi Rakyat (YARA) menerima mandat untuk mengadvokasi dua anggota Front Pembela Islam (FPI) Aceh Barat yang hingga kini masih ditahan polisi. Ketua YARA Aceh Barat dan Aceh Jaya Hamdani kepada Serambi kemarin mengatakan pihaknya berharap polisi dapat memberi penangguhan penahanan kepada dua anggota FPI tersebut.

“Kita berharap polisi dapat menangguhkan penahanan kepada keduanya,” katanya. Sementara itu sehari sebelumnya massa dari Gerakan Masyarakat Pecinta Syariat (GMPS) berunjuk rasa ke gedung DPRK Aceh Barat menuntut kedua aktivis FPI tersebut dibebaskan. Namun massa tidak sampai menduduki DPRK. Massa mengakhir aksinya pada Jumat (13/10) sekira pukul 18.00 WIB. Koordinator Aksi Alfian Akbar kepada Serambi kemarin mengatakan untuk sementara waktu semua tuntutan sudah disampaikan ke DPRK Aceh Barat.

Peserta aksi meminta DPRK menyampaikan kepada Pemkab Aceh Barat serta kepolisian untuk meningkatkan penegakan syariat Islam di Aceh Barat. “Lakukan penertiban kafe karaoke yang melanggar syariat Islam yang buka hingga larut malam,” katanya. Alfian menyampaikan bahwa massa GMPS akan melakukan aksi lebih besar lagi ke depan untuk memantau perkembangan kasus kedua anggota FPI yang ditahan polisi. Karena, menurutnya, apa yang dilakukan kedua anggota FPIdalam rangka memberantas maksiat di Meulaboh yang selama ini terkesan dibiarkan Pemkab Aceh Barat.

Sementara itu Ketua Komisi D DPRK Aceh Barat Banta Lidan kemarin mengatakan apa yang menjadi tuntutan massa sudah disampaikan kepada pimpinan DPRK. Direncanakan dalam beberapa hari ke depan atau Selasa akan dilakukan pertemuan dengan memanggil semua pihak seperti kepolisian dan dinas terkait. Terutama desakan terhadap penertiban kafe karaoke yang melanggar syariat Islam.

Seperti diketahui Polres Aceh Barat, Senin 25 September 2017 menahan Ketua FPI Nagan Raya Neldi Isnayanto (30) terkait keterlibatannya dalam kasus penertiban Kafe Ratu di Desa Pasar Aceh Meulaboh pada Sabtu malam pekan lalu bersama anggota FPI Aceh Barat yang berakhir anarkis.

Polres Aceh Barat sebelumnya juga telah menetapkan M Riski (20) simpatisan FPI Aceh Barat sebagai tersangka dan menahannya dalam kasus yang sama. Kasus itu berawal sekitar 10 anggota FPI Aceh Barat mendatangi kafe Ratu dengan dalih kafe itu buka sudah larut malam dan terjadilah keributan dan anarkis. Pemilik kafe kemudian melaporkan kasus ini ke polisi.

Kapolres Aceh Barat AKBP Teguh Priyambodo Nugroho melalui Kasat Reskrim AKP Fitriadi kepada Serambi kemarin kembali menjelaskan bahwa kasus tersebut sudah menjadi kewenangan kejaksaan sebab berkas sudah lengkap (P-21). Sejauh ini direncanakan pekan depan ini kedua tersangka akan diserahkan ke jaksa untuk kemudian dilimpahkan ke pengadilan apabila berkasnya sudah siap untuk disidang.

Sumber : Serambi Indonesia

comments

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional