Artikel Hukum+

Alamat

  • Jln. Pelangi, No 88, Kampung Keuramat, Kecamatan Kuta Alam, Kota Banda Aceh, Aceh 24415

YARA Somasi Ketua Tim Pansel Eselon II

YARA Somasi Ketua Tim Pansel Eselon II
Ketua YARA Safaruddin

BANDA ACEH – Ketua Yayasan Advokasi Rakyat Aceh (YARA), Safaruddin SH, melayangkan surat somasi kepada Ketua Tim Panitia Seleksi Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama (JPTP) Pemerintah Aceh, T Setia Budi, Kamis (28/12).

Safaruddin meminta Ketua Pansel menghentikan proses seleksi JPTP sebelum sebelum adanya perubahan nama-nama pengurus DPP Partai Nanggroe Aceh (PNA) dari Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham) Aceh dengan mengeluarkan nama-nama pansel tersebut.

Mereka adalah T Setia Budi, Marwan Sufi, dan Syarifuddin Z. Ketiga nama ini awalnya memang sudah mengundurkan diri dari partai, namun nama mereka belum terhapus atau berubah dalam SK di Kemenkumham Aceh.

“Perlu kami sampaikan bahwa ketiganya berdasarkan dokumen Berita Acara Negara masih terdaftar sebagai pengurus partai politik sebagaimana dalam SK Kepala Kanwil Kemenkumham Nomor: W1-306.AH.11.01 Tahun 2017, tentang pengesahan perubahan susunan kepengurusan Dewan Pimpinan Pusat Partai Nasional Aceh-menjadi Partai Nanggroe Aceh (DPP-PNA),” sebut Safaruddin kepada Serambi, Kamis (28/12).

Dijelaskannya, keterlibatan pengurus partai politik sebagai Pansel JPTP bertentangan dengan Pasal 114 ayat 6 huruf c PP Nomor 11 Tahun 2017 tentang Manajemen PNS, di mana Pansel JPTP dilarang terlibat sebagai anggota/pengurus partai politik.

Karena itu, Safaruddin meminta kepada Ketua Pansel untuk membatalkan Pengumuman Nomor: PENG/PANSEL/003/2017 tentang Hasil Seleksi Administrasi Calon Pimpinan Tinggi Pratama di Lingkungan Pemerintah Aceh secara terbuka tahun 2017 karena prosesnya dilakukan oleh Pansel yang masih menjadi pengurus partai politik.

“Kami menunggu pembatalan Pengumuman Nomor: PENG/PANSEL/003/2017 dan proses seleksi dilanjutkan oleh Pansel yang tidak terdaftar sebagai pengurus partai politik dalam SK Kementerian Hukum dan HAM yang terdaftar dalam Berita Acara Negara, paling lambat dua minggu setelah surat somasi ini. Jika tidak diindahkan maka kami akan tempuh proses hukum,” pungkas Safaruddin.

Ketua YARA ini mengaku mendukung penuh proses seleksi JPTP secara terbuka di lingkungan Pemerintah Aceh, sejauh itu dilaksanakan menurut peraturan perundang-undangan. Somasi tersebut turut ditembuskan ke Menteri Dalam Negeri RI, Ketua Komisi Aparatur Sipil Negara, Ketua DPR Aceh, dan Kanwil Hukum dan HAM Provinsi Aceh.

Sekretaris Jenderal (Sekjen) PNA, Miswar Fuady, mengatakan bahwa pihaknya sudah memproses surat pengunduran diri T Setia Budi, Marwan Sufi, dan Syarifuddin Z sebagai pengurus partai karena telah menjadi tim Pansel JPTP Pemerintah Aceh.

“Jadi ada surat pengunduran diri, ada surat yang dibalas PNA bahwa sudah diterima pengunduran dirinya. Kita juga sudah mengubah akte notaris bahwa nama T Setia Budi dan Syarifuddin Z sudah tidak ada lagi dalam akte,” kata Miswar.

Perubahan akte partai itu juga sudah diajukan ke Kemenkumham Aceh untuk diubah. “Sekarang Alhamdulillah lagi berproses di Kemenkumham dan ada bukti terima dari Kemenkumham. Jadi bolanya ada di Kemenkumham,” ujarnya.

Miswar menyatakan, secara administrasi pihaknya telah memenuhi dan menyerahkan semua materi usulan pergantian. Kendati demikian, pihaknya tidak mempersoalkan somasi yang dilayangkan YARA karena menurut Miswar itu bagian dari pengawasan.

Tetapi apa yang disampaikan YARA, menurutnya ada kesalahan, di mana YARA menyebutkan ketiga nama tim Pansel itu masuk dalam SK Kemenkumham. Padahal nama yang masuk dalam SK Kemenkumham hanya T Setia Budi selaku anggota Dewan Penasihat Partai dan Syarifuddin Z selaku anggota Mahkamah Partai.

“Yang masuk dalam SK Kemenkumham hanya dua yaitu T Setia Budi dan Syarifuddin Z. Sementara Pak Marwan tidak ada di SK Kemenkumham. Itu sudah salah dia, artinya dia tidak menguasai materi yang dia buat,” ungkap putra Aceh Barat Daya (Abdya) ini.

Posisi T Setia Budi, kata Miswar, sudah diganti dengan H Bukhari, sedangkan posisi Syafruddin Z diganti oleh Saifullah, bakal calon bupati Pidie Jaya (Pijay) berpasangan dengan Yusri Yusuf (Yusri Melon).

“Kalau posisi Marwan Sufi sebagai anggota dapartemen DPP PNA. Jadi tanpa kita ubah di akte pun tidak apa-apa karena hanya masuk dalam SK DPP, dan itu sudah kita ubah kemarin,” demikian Miswar Fuady.

 

Sumber : Serambi Indonesia

comments

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional