Artikel Hukum+

Alamat

  • Jln. Pelangi, No 88, Kampung Keuramat, Kecamatan Kuta Alam, Kota Banda Aceh, Aceh 24415

YARA Lapor Oknum Polisi ke Propam

YARA Lapor Oknum Polisi ke Propam
Logo Yara

* Diduga Pukul Siswa Saat Penangkapan

BANDA ACEH – Pihak Yayasan Advokasi Rakyat Aceh (YARA) Aceh melaporkan oknum Polresta Banda Aceh ke Propam Polda Aceh atas dugaan pemukulan enam siswa dalam proses penangkapan mereka di warnet RR kawasan Keudah, Kecamatan Kutaraja, Minggu (3/4) dini hari.

“Keenam siswa ini diduga oleh Polisi telah menganiaya dua mahasiswa yang terjadi 27 Maret 2016 lalu. Jika pun benar mereka pelakunya, tindakan pemukulan dalam penangkapan oleh oknum polisi terhadap para siswa di bawah umur ini sangat tidak pantas,” ujar Sekretaris YARA Aceh, Fachrurrazi dalam konferensi pers di Kantor YARA, Banda Aceh, Rabu (6/4).

Razi menyebutkan enam siswa yang diduga mendapat tindakan kasar oknum polisi itu berinisial MR (17), GS (15), MH (15), R (15), SA (15, dan AL (15). MR mengalami memar di bagian mata, belakang, dan kaki. Kata Razi, pihaknya juga sudah meminta visum terhadap siswa.

“Pengakuannya, mereka dipukul mulai dari warnet, di atas mobil hingga di Mapolresta. Anehnya lagi, Polisi hanya melihat saat dua mahasiswa memukul mereka, ini sangat tidak pantas. Karena, mereka ini adalah anak-anak. Seharusnya mereka harus diberi perlakukan khusus, bukan seperti ini,” tegas Razi didampingi rekannya, Miswar.

Razi mengatakan pihaknya akan melakukan pendampingan hukum terhadap tiga siswa yang telah ditetapkan tersangka penganiayaan mahasiswa itu hingga perkara ini putus di pengadilan. Ketiga siswa yang sudah ditetapkan tersangka, yaitu MR, AL dan GS. Sedangkan tiga siswa lainnya berstatus saksi.

“Sebenarnya mereka ini ada sembilan orang, dijemput di warnet enam orang. Sedangkan tiga lainnya berinisial Y, I, dan Zf dijemput siang harinya. Namun, mereka tidak mendapat perlakukan kasar,” sebutnya.

Sementara itu, menurut MR, kasus itu bermula pada 27 Maret 2016, dia bersama temannya tak sengaja menyenggol seorang mahasiswa di depan Taman Putroe Phang, Banda Aceh. Karena merasa bersalah, MR mengaku meminta maaf, namun menurutnya permintaan itu dibalas dengan adu jotos.

“Saat diperiksa saya tetap mengatakan tidak melakukan penikaman, tapi polisi tetap memaksa, membentak, dan mengancam tembak kaki saya untuk mengakui hal itu. Saya tetap tidak akui. Setelah AL mengakui kalau dia yang tikam, saya tidak dipukul lagi,” sebut remaja putus sekolah ini.

Awalnya, kata MR, dia bersama temannya diperiksa di Mapolresta, selanjutnya, dibawa ke Mapolsek Baiturrahman. Setelah diperiksa pihaknya diberi penangguhan penahanan, sedangkan AL masih diamankan di Mapolsek itu. (c50)

comments

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional