Artikel Hukum+

Alamat

  • Jln. Pelangi, No 88, Kampung Keuramat, Kecamatan Kuta Alam, Kota Banda Aceh, Aceh 24415

YARA Deklarasi Gerakan Aceh Muak

YARA Deklarasi Gerakan Aceh Muak
INISIATOR Gerakan Aceh Muak (GERAM), Safaruddin SH yang juga Ketua YARA didampingi anggota DPR RI, Nasir Djamil menyampaikan sambutan pada acara deklarasi gerakan tersebut di 3 in 1 coffe, Banda Aceh, Jumat (29/12).

[ Banda Aceh ] – Yayasan Advokasi Rakyat Aceh (YARA) menginisiasi lahirnya sebuah gerakan sosial dengan nama Gerakan Aceh Muak (GERAM). Acara deklarasi itu berlangsung di 3 in 1 Coffe, kawasan Lampineung, Banda Aceh, Jumat (29/12).

Safaruddin SH selaku inisiator mengatakan bahwa gerakan itu sebagai sebuah gerakan sosial yang berfungsi mengawal setiap kebijakan dan program pemerintahan. Gerakan itu mendapat dukungan dari anggota DPR RI asal Aceh, Nasir Djamil.

Dia mengatakan, penamaan gerakan ini terinspirasi dari pernyataan Gubernur Aceh, Irwandi Yusuf, pada 26 Desember lalu yang menyatakan muak ke luar negeri. Irwandi menyampaikan itu menjawab pertanyaan wartawan terkait lawatannya ke luar negeri selama ini.

“Rasa muak dari gubernur harus ada juga dari kita seperti muak dengan kemiskinan, muak APBA selalu telat disahkan,” kata Safaruddin.

Dia berharap, semua masyarakat Aceh harus muak terhadap setiap kebijakan yang tidak berpihak kepada rakyat. Muak yang dimaksud, seperti muak dengan kemiskinan di Aceh, muak dengan PLN sering padam, muak APBA selalau telat disahkan, muak dengan jalan rusak, muak ke luar negeri, dan muak transportasi di pedalaman Aceh masih kuno.

“Kita harus muak dengan hal-hal negatif yang tercipta di Aceh. Gerakan yang kita lakukan hari ini (kemarin) bukan karena penuh dengan kebencian, tapi untuk mengingatkan pemerintah agar memberikan kesejahteraan bagi rakyat,” ujarnya.

Anggota DPR RI asal Aceh, Nasir Djamil mendukung sepenuhnya gerakan tersebut. Dia memastikan bahwa gerakan itu bukan gerakan kekecewaan atau gerakan untuk mencari kekuasaan, melainkan sebuah gerakan sosial.

“Ini gerakan sosial, bukan gerakan marah-marah. Jangan pikir gerakan ini karena marah kepada Irwandi, tidak. Ini Gerakan sosial biar ada perubahan, bukan gerakan politik,” kata politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini.

Dia menyampaikan bahwa memang perlu adanya sebuah gerakan yang mengontrol kebijakan pemerintah di Aceh. Sebab, dari sisi keuangan Aceh memiliki dana yang melimpah, namun tingkat kemiskinan justru masih tinggi. “GERAM ini saya pikir sebuah gerakan sosial yang mengajak masyarakat untuk mengawasi penyelenggaraan pemerintahan di Aceh. Para bupati dan gubernur harus menyambut baik kehadiran gerakan ini, jangan disalahtafsirkan,” ucap dia.

Terkait deklarasi GERAM yang dilakukan YARA, Kepala Biro Humas dan Protokol Pemerintah Aceh, Mulyadi Nurdin Lc MH mengatakan jika penilaian yang ditujukan kepada Gubernur Irwandi itu masih terlalu dini. Menurutnya, mengukur keberhasilan sebuah program pembangunan tidak bisa dilakukan dalam hitungan bulan.

“Pada prinsipnya Gubernur Irwandi sudah menyusun berbagai program pembangunan melalui visi misi dan 15 program unggulan Pemerintah Aceh 2017-2022. Semua ada tahapan dan target yang akan dicapai setiap tahunnya,” kata Mulyadi Nurdin.

Gubernur Irwandi dan Wagub Nova Iriansyah dikatakannya, juga siap menerima berbagai kritik membangun dari masyarakat, karena membangun Aceh secara menyeluruh membutuhkan masukan dan pemikiran dari banyak pakar dan ahli sesuai kapasitas masing-masing.

“Kalau ada masukan untuk perbaikan Aceh silakan disampaikan sesuai dengan keahlian masing-masing, bukan hanya mengkritik tanpa solusi. Silakan tawarkan solusi untuk membangun Aceh,” tambahnya.

“Aceh bukan hanya milik Gubernur, jadi kalau ada yang belum sempurna jangan semua disalahkan Gubernur, tapi mari sama-sama memberikan perhatian untuk mensejahterakan rakyat,” tambah Mulyadi Nurdin.

Lebih lanjut dia katakan, rakyat saat ini membutuhkan lapangan kerja, peningkatan kesejahteraan, dan untuk itu diperlukan gebrakan berani dalam meyakinkan pelaku usaha agar membuka usaha. Itu semua butuh dukungan masyarakat dan semua elemen untuk membangun suasana yang kondusif.

Sumber : Serambi Indonesia

comments

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional